Pemerintah Setujui Pembangunan Pelabuhan Krueng Geukuh

MedanBisnis – Banda Aceh. Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar mengatakan, pemerintah pusat sudah menyetujui pembangunan Pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe, untuk dijadikan pelabuhan ekspor-impor dan kini telah dimasukkan dalam draf pengembangan dan master plan pembangunan secara nasional.  Sementara total dana yang dianggarkan sebesar Rp 1,5 triliun dengan waktu pelaksanaan pembangunan selama empat tahun yakni 2012 hingga 2015.
Menurut Nazar, realisasi pengembangan pelabuhan tersebut atas usulan Pemerintah Aceh. Karena selama ini Pelabuhan Krueng Geukuh aktivitasnya dinilai belum efektif dan jauh dari kesan sebuah pelabuhan internasional. Ke depan, Pelabuhan Krueng Geukuh akan dibangun menyerupai Pelabuhan Batam. 

 

“Jadi Krueng Geukuh dulu yang dibangun dan sudah diakomondir pemerintah, maka pelabuhan ini dimulai dibangun pada tahun 2012 dan saya minta supaya dibangun seperti pelabuhan di Batam,” kata Nazar kepada MedanBisnis, Minggu (1/5).

Sementara Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya dan Aceh Barat serta Pelabuhan Langsa, menurut  Wabup, juga akan dilakukan, tapi dukungannya dalam bentuk lain dan akan dijadikan sebagai pelabuhan penyangga.

Sedangkan dari jumlah dana sebesar Rp 1,5 triliun tersebut tidak semuanya digunakan untuk pembangunan fisik dermaga, tapi juga termasuk untuk pembebasan lahan, membangun infrasruktur, sarana pelabuhan dan transportasi.

“Namun yang paling penting, bagaimana pemerintah mengatur aturan mainnya,” kata Nazar. Karena itu ia meminta pemerintah mulai saat ini mempercepat masalah perizinan.

“Perizinan ini harus dipercepat, yang kira-kira menghambat harus dirombak dengan cepat. Begitu juga dengan permodalan, supaya tidak hanya mengandalkan APBN dan APBD, tapi harus dari luar atau pihak ke tiga,” katanya.

Berdasarkan usulan Pemerintah Aceh tersebut, kata Wabup, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sudah memerintahkan agar semua peraturan presiden dan perundang-undangan atau semua regulasi lainnya yang selama ini dinilai menghambat, baik di pusat maupun di daerah, harus segera ditukar dengan yang baru.

“Penyempurnaan aturan ini paling telat pada Desember nanti sudah harus selesai termasuk di seluruh daerah di Indonesia,” kata Nazar.

Kemudian, katanya, dibentuk tim  di masing-masing tingkatan. Ada tim dari pemerintah pusat dan ada tim dari pemerintah daerah untuk mengatur dan mengarahkan  industri prioritas yang dapat mendukung pelabuhan, sehingga masyarakat tidak lagi menjual barang mentah ke luar negeri.
“Mungkin kalau Aceh jual barang melalui Medan, Aceh akan rugi terus menerus. Tapi nanti sudah ada Pelabuhan Krueng Geukuh,” ujarnya.

Namun, di lain hal, yang harus disiapkan juga pengusahanya. Pengusaha harus mandiri dan harus banyak dilatih. Kadin serta berbagai asosasi lain harus ikut terlibat dalam melaksanakan proyek-proyek, maupun berdagang.

“Begitu juga dengan masyarakat, harus mempersiapkan diri melakukan transformasi, khususnya terhadap kebutuhan. Masyarakat Aceh tidak boleh malas lagi, karena jika masih malas akan tergilas investor,” tegasnya.

Posted in Berita Terkait | Tagged , , , | Leave a comment

SOS : Save Our Seafarers

Over 800 seafarers are being held hostage by armed gangs of Somali pirates, in appalling conditions, subject to physical and psychological abuse, for up to 8 months.

Their ships have been hijacked at sea and they are being held for ransoms of millions of dollars. The human cost to seafarers and their families is enormous.

Piracy is beginning to strangle key supply routes. 90% of the world’s food, fuel, raw materials and manufactured goods is delivered by sea. Nearly half of the world’s seaborne oil supply passes through the pirate-infested parts of the western and northern Indian Ocean.

But the world’s politicians don’t seem to realise the severity of the crisis. World trade is under threat. Piracy costs the global economy $7-12bn a year. Yet even when caught red handed by naval forces, 80% of pirates are released to attack again.

Source : www.saveourseafarers.com

Posted in Berita Terkait | Tagged , , , | Leave a comment

Peta Angkutan Laut Perintis Aceh 2011

Posted in Angkutan Laut Perintis | Tagged , , | Leave a comment

Sekolah Pelaut Dibangun di Aceh

Kementerian Perhubungan melalui sumber dana APBN Ditjen Perhubungan Laut pada  tahun 2010 yang lalu telah memulai  pembangunan Rating School di Desa Ladong Kabupaten Aceh Besar.

Pembangunan rating school yang akan dilanjutkan pada tahun 2011 ini direncanakan untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia Wilayah Barat pada umumnya untuk mendapatkan pelatihan dibidang kemaritiman serta berpartisipasi dalam pembangunan bangsa melalui bidang maritim.

Sebagai negara maritim, Indonesia saat ini merupakan penyumbang jumlah pelaut terbesar ketiga didunia, yaitu sebesar 150.000 orang dan harus menjadikannya tantangan untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih besar, sekaligus menyumbang devisa bagi negara.

Pada saat inipelaut di Indonesia lebih didominasi tingkatan operasional dan supporting, sehingga perlu lebih dikembangkan keahlian pelaut dengan kompetensi yang lebih tinggi, berstandar internasional sesuai dengan STCW Amandment 1995.

Sekolah pelaut yang direncanakan selesai pada tahun 2011 ini memiliki 2 asrama, 14 ruang kelas dengan kapasitas 420 orang, practice building yang terdiri dari 10 ruangan, laboratorium dan sarana/prasarana pendukung lainnya seperti kolam renang, simulator, sekoci dan sebagainya.

Diharapkan dengan terbangun dan akan beroperasinya sekolah ini, dunia maritim di Aceh maupun wilayah barat Indonesia dapat mengalami kemajuan dan mampu bersaing dengan pelaut-pelaut dari luar negeri (admin).

Posted in Berita Terkait | Tagged , , | Leave a comment

IMO Rilis Regulasi Anti Perampokan

JAKARTA: International Maritime Organization (IMO) awal pekan ini  mengeluarkan regulasi terbaru mengenai best management practies (BMP-3) sebagai rujukan mengatasi kejahatan perompakan terhadap kapal-kapal yang melintas di zona berbahaya.

Sekjen Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran (CAAIP) Irawan Alwi mengungkapkan regulasi IMO tersebut dikeluarkan menyusul maraknya praktek perompakan kapal yang terjadi akhir-akhir ini.

“BMP-3 juga menjelaskan bagaimana mengenai standar operasional prosedur (SOP) langkah mengatasi perompakan kapal di tengah laut. Hubungan dengan asuransi kapal dan sejumlah peralatan yang bisa dilengkapi diatas kapal untuk menghindari terjadinya perompakan kapal,” ujarnya dalam jumpa pers hari ini.

Dia menyebutkan dengan terbitnya aturan IMO tersebut, Pemerintah Indonesia harus mensosialisasikan kepada operator pelayaran untuk mendeteksi secara dini bahaya yang akan muncul saat melintasi rute berbahaya. “Kami juga akan mensosialisasikan aturan tersebut dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Alwi menambahkan sebelumnya pembekalan awal untuk menekan terjadinya kejahatan di tengah laut adalah dengan mengimplementasikan international ship and port facility code (ISPS).

”ISPS juga sudah mengamanatkan setiap kapal dilengkapi dengan fasilitas alat komunikasi yang cukup untuk memudahkan berkomunikasi dan meminta bantuan saat kondisi bahaya,” tuturnya.

Dia mengatakan hingga kini IMO tidak memperkenankan kapal niaga dipersenjatai untuk menghalau aksi perompakan di tengah laut, tetapi Dewan Keamanan PBB memperbolehkan tentara di negara asal kapal yang hendak melintasi zona berbahaya melakukan pengawalan bersenjata.

“Jasa pengawalan bersenjata dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan sifatnya sukarela karena tidak ada tarif resmi terhadap jasa tersebut,” paparnya. (arh)

sumber : www.bisnis.com

Posted in Berita Terkait | Tagged , , , , | Leave a comment

RI Evaluasi Potensi Kapal Laut Untuk Angkutan Haji

 

 

JAKARTA: Pemerintah akan mengevaluasi potensi angkutan haji ke Arab Saudi menggunakan kapal laut milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi mengatakan kalau memang ada permintaan dari masyarakat, pemerintah akan mengevaluasi angkutan haji memakai kapal laut milik Pelni.

Terlebih sekarang ini, keinginan untuk melakukan ibadah haji ke tanah suci Mekah, Arab Saudi, cukup tinggi, ujarnya.
“Kalau memang di tengah jalan ada perubahan kami akan evaluasi, mungkin memang butuh naik kapal,” kata Menhub di Jakarta, hari ini.

Dia menambahkan saat ini belum ada permintaan dari masyarakat untuk mengubah angkutan haji menggunakan jalur laut. “Kami siap bantu, kalau perlu kami berikan dana PSO [Public Service Obligation/subsidi pelayanan] untuk mereka,” kata Freddy.

Kegiatan angkutan haji menggunakan kapal laut dihapus pemerintah sekitar tahun 1970-an. Sampai saat ini, negara-negara yang masih melaksanakan kegiatan angkutan haji menggunakan kapal laut adalah Mesir, Sudan, sebagian India dan Pakistan.

Sejumlah kalangan berpendapat angkutan haji via laut juga memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan angkutan udara.  Yang paling menonjol adalah daya angkut jauh lebih besar. Bahkan, bila menggunakan kapal sejenis KM Labobar, sekali angkut bisa mencapai 3.084 orang jemaah atau setara dengan tujuh hingga delapan kloter pesawat udara.

Selain itu, daya pacu kapal buatan tahun 2000-an seperti jenis KM Labobar yang saat ini digunakan untuk mengangkut TKI dari Jeddah, jauh lebih cepat, yaitu rata-rata bisa mencapai 22 knot. Artinya, bila kapal itu berangkat dari Medan menuju Jeddah, hanya butuh waktu 7 hari perjalanan atau 10 hari bila dilakukan melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Freddy menambahkan keinginan menggunakan kapal laut sebagai alternatif angkutan haji akan terus dievaluasi. “Kalau nanti ada penyesuaian untuk hajinya sendiri, mungkin akan dievaluasi,” katanya.

KM Labobar milik Pelni baru pertama kali ditunjuk untuk mengangkut 2.900-an TKI di Jeddah. Kapal ini baru berangkat 10 April.

Menhub mengatakan dengan menggunakan kapal laut, biaya pemulangan TKI menjadi lebih irit, yakni hanya Rp24,5 miliar, sedangkan kalau naik pesawat mencapai Rp40 miliar.

 

Sumber : Bisnis Indonesia Online

Ilustrasi: www.pelni.co.id

Posted in Berita Terkait | Tagged , , , | 1 Comment

Somalia Bajak Kapal RI, Para ABK Kritis

KEDIRI, KOMPAS.com — Kondisi kesehatan 20 anak buah kapal MV Sinar Kudus dari Indonesia yang dibajak di Somalia, Afrika, terus melemah. Bahkan, 14 awak kapal dikabarkan drop dan seorang di antaranya perlu perawatan.

Kabar perkembangan terakhir ini didapat setelah Masbukhin, salah satu anak buah kapal (ABK) yang disandera, menghubungi keluarganya di Kediri, Jawa Timur, Minggu (10/4/2011) petang.

Dari percakapan itu, Masbukhin yang merupakan Muallim 1 menginformasikan bahwa kondisi kapal dan awak kapal semakin kritis. “Rata-rata karena tekanan psikis serta minimnya makanan dan bahan bakar,” tutur Feby Susilo, adik ipar Masbukhin yang menerima telepon tersebut.

Bahkan, seorang di antaranya, yaitu Slamet Riyadi (58), harus mendapatkan perawatan lebih karena sudah tidak mampu lagi berjalan.

“Karena kondisinya itu, Pak Slamet dirawat di dek kapal paling bawah,” imbuh Feby. Oleh sebab itu, di akhir percakapan, Masbukhin berkeinginan agar kesepakatan dari negosiasi dipercepat.

Selain itu, ia juga berharap pemerintah tidak menggunakan aksi militer demi keselamatan para awak. “Harapannya, ini segera berakhir tanpa ada aksi militer,” ujar Feby.

Seperti diberitakan, pada 16 Maret lalu, kapal bermuatan nikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dengan tujuan Rotterdam, Belanda, dibajak perompak di perairan Arab. Awalnya, para perompak meminta tebusan 2,6 juta dollar AS. Tebusan kemudian bertambah menjadi 3,5 juta dollar AS.

Sumber : Kompas.com

Ilustrasi : http://www.seanews.com.tr

Posted in Berita Terkait | Tagged , , , | Leave a comment

Perusahaan Bongkar Muat Butuh Kepastian Usaha

JAKARTA: Perusahaan bongkar muat (PBM) di pelabuhan mendesak kepastian berusaha untuk  melakukan kegiatan bongkar muat seiring keinginan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II agar PBM melakukan investasi alat dan prasarana bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.

Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Bambang K. Rachwadi mengatakan saat ini nyaris tidak ada kepastian PBM yang akan melakukan investasi dengan jangka waktu tertentu.

“Di pelabuhan Tanjung Priok, misalnya, kalau sekarang PBM harus investasi bagaimana dengan kepastian bisa bekerja di Pelabuhan itu dan berapa lama waktunya,” ujarnya kepada Bisnis di sela-sela Munas I Yayasan An-Nas (wadah TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok hari ini.

Dia mengatakan PBM dan PT pelindo hendaknya bersinergi dalam rangka meningkatkan produktivitas dan kelancaran arus barang di Pelabuhan dengan saling melengkapi kekurangan di lapangan.

“PBM siap berinvestasi alat dan pengembangan fasilitas untuk mendorong peningkatan fasilitas yang sebelumnya sudah di siapkan oleh Pelindo,” paparnya.

Bambang menambahkan saat ini terdapat lebih dari 80 PBM yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok yang semuanya memiliki pangsa pasar dengan skala yang berbeda.

“Ada yang marketnya kecil, menengah dan besar. Mestinya semua PBM itu mendapat kesempatan yang sama untuk berkompetisi agar kegiatan bongkar muat di Pelabuhan lebih terjamin dan lancar,”tuturnya.

Beberapa waktu lalu, Pelindo II Tanjung Priok telah melakukan penetapan mitra kerja 16 PBM di Pelabuhan tersibuk di Indonesia itu. Selain dituntut produktivitasnya, 16 mitra PBM itu juga diharuskan melakukan investasi peralatan dan fasilitas bongkar muat untuk menunjang kegiatan di lapangan dan dermaga. (arh)

Sumber : Bisnis Indonesia Online

Posted in Berita Terkait | Tagged , , | Leave a comment

Port disruptions may halve RI exports volume to Japan: BPS

 

The recent earthquake and tsunami in Japan may halve Indonesia’s volume of exported goods due to lowered capacity at several main ports in Japan damaged by the massive disaster, the Central Statistics Agency (BPS) forecasts.

BPS chairman Rusman Heriawan said Friday the total export volume might halve to 19.5 billion kilograms from 39 billion kilograms while the exports value might be cut by 25 percent to US$1.25 billion in March versus $1.66 billion in February (non-oil and gas).

“Post-Japan tsunami, after March 11, the slide in exports has been moderate, falling 25 percent in March by value and 50 percent by volume. Ports were not operating as usual,” he told a press briefing at his office referencing the latest data from the Indonesian customs and excise directorate general.

Japan is Indonesia’s number one export destination, accounting for 16.34 percent of overall exports of $157.73 billion, with the total value of exports amounting to $25.78 billion in 2010, BPS data shows.

Indonesia’s export products are delivered to more than 60 ports in Japan, but the 8.9-magnitude offshore earthquake — Japan’s most powerful in recorded history — followed by a tsunami that killed thousands of people, has crippled several ports, especially in the eastern part of the country.

“Almost all exports activities to ports in the eastern part of the country fell in March. In Sendai alone, the exports value fell 50 percent from $10.2 million in February to $5.6 million in March,” Rusman said.

Deddy Saleh, director general for foreign trade at the Trade Ministry, said the decline might continue for six months or more.

“Exports of certain commodities, such as rubber, needed by industries impacted by the disaster, such as the automotive industry, may be disrupted,” he said. However, he added, Indonesia could export other goods needed in the reconstruction process in Japan, including cement, wood products and coal.

Deddy said beside exports, imports of automotive and electronic parts and components would also likely decrease. “This is what we need to worry about since the component supply here may only last for two or three months.”

Japan is Indonesia’s largest export destination with total exports amounting to $16.97 billion from last year’s total imports of $135.61 billion.

Despite less trading activity between Indonesia and Japan expected in the coming months, Indonesia’s overall trade balance will not be disrupted because there is still indication of an increase in exports to other countries in March, Rusman said.
Up to February this year Indonesia’s trade balance booked a surplus of $4.45 billion after posting a $2.4 billion surplus in February alone, as exports totaled $14.4 billion and imports amounted to $12 billion.

“Compared to January of this year, exports fell 1.42 percent. This is common because there are only 28 days in February compared to regular months,” Rusman said, adding that when compared to February 2011, exports increased by 28.94 percent. Other than Japan, the US and China were the country’s main exports destinations in February.

Imports reached a 4.47 percent increase compared to January and a 26.31 percent increase compared to February the previous year. Indonesia’s main import source remained the same as of February: China, Japan and Singapore. (lnd)

Sumber : The Jakarta Post

Foto ilustrasi : www.snc.edu

Posted in Berita Terkait | Tagged , | 1 Comment

Pelabuhan Malahayati

 

 

 

 

 

 

 

PELABUHAN MALAHAYATI
Lokasi Kab. Aceh Besar
Kelas III
Pengelola PT. Pelindo I Cab. Malahayati
Status Pelabuhan Diusahakan
Kewenangan Aspek Adpel Malahayati
Keselamatan Pelayaran
Tahun Pembangunan 1975
Posisi 05°-35’- 50” LU 95°- 30’- 35” BT
Jarak dari Kota B. Aceh 35 Km
Luas Daratan 20,52 Ha
Pagar 1.642 M’
Kedalaman 8-9 M Lws
Luas Alur 800 x 400 M
Luas Kolam 156 Ha
Penahan Gelombang -
Fasilitas Pokok
Dermaga (Beton) 100 M x 16 M, 140 x 16,
•Kaps. Sandar 10.000 DWT
•Daya Tampung 3 Ton
Dermaga (beton) baru 140 x 16 M
•Kaps. Sandar 10.000 DWT
•Daya Tampung 3 Ton
Trestle lama 100  x 10 ,  78 x 9
Gudang (Transit Shed) 20 x 40 M
Lapangan Penumpukan 5.000 M²
Terminal Penumpang 510 M²
Fas. Keselamatan
•Bolder 5 Buah
•Fender 19 Buah
•Mouring Buoy 2 unit (7000 & 10000 DWT)
Fasilitas Penunjang
Perkantoran 521,60 M²
Kendaraan Dinas 4 Unit
Forklift Kaps.3 Ton 3 Unit
Forklift Kaps. 5 Ton 3 Unit
Forklift manitou 6,5 ton 2 Unit
Crane Kaps.45 Ton 1 Unit
Crane Kaps. 60 Ton 1 Unit
Reach staker 40 Feet 1 Unit
Flat Bad Truck 2 Unit
Posted in Pelabuhan Diusahakan | Tagged , , , | Leave a comment